5 Referensi Bermalam Di Solo Bersama Rental Mobil Solo

Posted on Posted in Penginapan Solo

Tak lengkap rasanya berwisata di Kota Solo tanpa menginap. Jika menginap, di malam hari Anda bisa menikmati suasana malam dan mendatangi spot-spot wisata di malam hari bersama rental mobil Solo. Dengan menginap, semakin banyak pula kesempatan untuk menuntaskan mengunjungi tempat-tempat wisata menarik di kota Solo. Nah, bagi Anda yang berencana untuk menginap di kota ini, berikut referensi tempat bermalam di kota Solo.

  1. Omah Sinten

Bagi pengunjung Kota Solo yang ingin merasakan pengalaman menginap dengan suasana Jawa klasik, maka Omah Sinten menjadi pilihan yang tepat. Omah Siten berada di Jalan Diponegoro No. 34 dan berada sangat dekat dengan Keraton Solo Mangkunegaran serta Pasar Triwindu yang dikenal menjual aneka barang batik. Pemandangan ke arah Keraton Solo Mangkunegaran membuat para tamu yang menginap di Omah Siten merasa seperti sedang bermalam di lingkungan keraton yang istimewa.

Di Omah Sinten, setiap ruangan dilengkapi dengan furniture Jawa dari kayu-kayu recycle yang begitu unik dan klasik. Contohnya saja di restauran yang diberi nama Bale Bojakrama. Restauran ini bernuansa gebyok kaca serta kursi-kursi kayu yang klasik. Meskipun mengusung nuansa Jawa, namun Omah Siten juga dilengkapi dengan teknologi modern. Misalnya saja di fasilitas mini cinema yang memadukan antara arsitektur jawa dengan teknologi cinema modern.

Di Omah Sinten ini pula, para tamu yang menginap akan dimanjakan dengan hidangan-hidangan Jawa klasik yang merupakan hidangan khas istana Mangkunegaran. Cita rasa ini semakin menyempurnakan suasana klasik Jawa yang dihadirkan melalui arsitektur Omah Sinten. Beberapa menu menarik yang patut dicoba antara lain garang asem bumbung, ayam goreng sere, timlo, tengkleng kakap dan sederet menu lezat lainnya.

Omah Sinten

  1. Heritage Hotel Roemahkoe

Seperti halnya Omah Sinten, Heritage Hotel Roemahkoe juga mengusung konsep penginapan dengan suasana yang klasik Jawa. Bedanya, hotel Roemahkoe menggunakan konsep hotel warisan dengan tidak mengubah bentuk bangunan kuno yang ada. Hotel ini terletak di Kampung Batik Laweyan dan semula adalah milik seorang saudagar batik.

Saat menginap di hotel ini, Anda akan disuguhi dengan foto-foto Solo tempo dulu serta lukisan-lukisan lama yang sangat unik dan langka. Interior hotel ini menghadirkan suasana seperti layaknya di rumah sendiri. Lokasinya yang berada di Kampung Batik Laweyan membuat para tamu bisa kapan saja berkeliling untuk melihat dan berbelanja batik.

Roemahkoe

  1. Hotel Solo Paragon

Sementara itu jika Anda ingin bermalam tepat di jantung kota Solo, maka hotel Solo Paragon bisa menjadi pilihan yang tepat. Berbeda dengan dua hotel sebelumnya, hotel Solo Paragon bintang empat ini mengusung suasana yang modern. Hotel ini merupakan hotel pertama yang secara langsung terhubung dengan pusat berbelanjaan dan city walk modern Mall Solo Paragon. Letak hotal ini juga begitu dekat dengan stasiun kereta api Solo Balapan dan bandara internasional Adi Sumarmo. Hotel Solo Paragon ini memiliki lebih dari 250 kamar dengan konsep minimalis modern.

Solo Paragon

  1. Rumah Turi

Sementara itu jika Anda berwisata dengan rental mobil Solo dan ingin bermalam di homestay, maka Rumah Turi bisa menjadi pilihan yang tepat. Homestay ini mengusung tema ramah lingkungan dengan suasana khas Jawa dan terletak di jantung Kota Solo. Suasana yang ramah lingkungan bisa dirasakan begitu para tamu memasuki area homestay ini. Ada begitu banyak tanaman yang diatur dengan rapi dan indah serta pepohonan sehingga menghadirkan kesegaran di tengah kota.

Tak hanya itu saja, homestay ini menawarkan menu-menu makanan khas Solo serta hiburan yang kental dengan unsur budaya Jawa seperti tari-tarian Jawa. Rumah Turi ini berada di Jalan Srigading Turisari dan berdekatan dengan beberapa spot wisata menarik di Kota Solo seperti Taman Sriwedari dan Taman Balekambang.

rumah-turi

  1. Favehotel Solo Baru

Berbeda dengan hotel-hotel lainnya, hotel ini menawarkan suasana klasik Amerika seperti di era tahun 1950-an lengkap dengan bus tingkat ikon London Double Decker. Bermalam di hotel ini membuat Anda seperti tidak sedang bermalam di Kota Solo melainkan di kota-kota Amerika. Suasana yang sama juga dihadirkan direstorannya. Di hotel ini, restorannya mengusung tema kedai seperti di Amerika dengan makanan-makanan khas Amerika pula. Konsep penginapan ini disebut-sebut sebagai konsep pertama yang dihadirkan di jaringan Favehotel Asia Tenggara.

Fave Hotel Solo

Selain hotel-hotel besar dan homestay, Kota Solo juga memiliki begitu banyak penginapan murah untuk para backpacker. Penginapan-penginapan murah ini tersebar di berbagai sudut kota, contohnya saja di Jalan Slamet Riyadi, di sekitar stasiun kereta api Solo Balapan, di sekitar kampung Batik Laweyan dan di beberapa tempat lainnya. Penginapan ala backpacker ini bisa menjadi pilihan ekonomis untuk bermalam saat berwisata ke kota Solo dengan rental mobil Solo.

FacebookTwitterWhatsAppLine